Dirjen PHL KLHK Pimpin Penanaman Pohon Serentak Di Jawa Timur

Alam adalah amanah bagi kita untuk dikelola dengan baik. Menjadi kewajiban kita untuk bersama-sama melindungi dan merawatnya dari kerusakan. Kita harus mengambil langkah konkret dan memperkuat kolaborasi yang berlandaskan dialog dan kepercayaan demi mewujudkan dunia yang lebih baik dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Plt. Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari Dr. Ir. Agus Justianto, M.Sc, saat menyampaikan sambutan Menteri LHK Siti Nurbaya pada acara Penanaman Pohon Serentak Seluruh Indonesia, di UP-UPSA 2023, Desa Argoyuwono, Malang (30/12/2023).

Sebanyak 400 batang Makadamia (Macadamia integrifolia) ditanam oleh 200 orang pelaksana yang turut dihadiri oleh Direktur Perencanaan dan Pengawasan Pengelolaan DAS – PDASRH, Direktur lingkup Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur, Kepala BPDAS Brantas Sampean, Kepala Balai Gakkum Jabalnusra, Kepala Balai Pengelolaan Hutan Lestari Wilayah VII, Kepala Balai Taman Nasional Baluran, Kepala Balai Taman Nasional Alas Purwo, Kepala Balai Taman Nasional Meru Betiri, Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Malang, Kepala Perum Perhutani KPH Malang, Camat Ampelgading, Koramil Ampelgading, Polsek Ampelgading, Pemerintah Desa Ampelgading, Kelompok Tani UPSA Ampelgading, Green Youth Movement (GYM).

Dunia tengah menghadapi triple planetary crisis yaitu, perubahan iklim, polusi dan ancaman kehilangan keanekaragaman hayati. Ketiganya saling terkait dan sangat mendesak untuk diatasi. Dalam situasi krisis seperti ini, kita harus mengedepankan paradigma kolaborasi dan kerjasama. 

Dampak perubahan iklim telah nyata kita rasakan baik di tingkat tapak, regional dan global, seperti keterlambatan musim tanam, terjadinya gagal panen, peningkatan wabah dan hama tanaman, penurunan produktivitas tanam. Peningkatan tinggi permukaan air laut dan hilangnya daratan, yang mengancam terutama wilayah-wilayah kepulauan. Peningkatan kejadian bencana, terutama bencana hidrometeorologis, serta ancaman kehilangan keanekaragaman hayati (biodiversity loss).

“Keberadaan pohon dan tutupan lahan yang baik akan meningkatkan daya dukung alam dalam mitigasi perubahan iklim, ketahanan pangan, energi dan kesejahteraan seluruh mahluk hidup. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berkomitmen untuk menurunkan emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya melalui Indonesia’s FOLU Net Sink 2030”, ujar Agus Justianto saat menyampaikan sambutan Menteri LHK.

Bersamaan dengan kegiatan penanaman pohon serentak hari ini dilakukan juga penyerahan petikan Keputusan Menteri LHK No.1221/2023 tentang Penetapan Green Ambassador kepada 20 pelajar yang berasal dari sekolah di sekitar Provinsi Jawa Timur. Para Green Ambassador telah mengikuti berbagai proses pendidikan selama empat bulan terakhir, sehingga menjadi harapan baru Indonesia hari ini dan di masa yang akan datang dalam upaya adaptasi, mitigasi, rehabilitasi, dan pengelolaan lingkungan hidup. 

Green Ambassador merupakan generasi muda yang akan menjadi pionir hebat, agen perubahan dan pemimpin masa depan. Penting bagi Indonesia mempersiapkan generasi muda yang kreatif, produktif, inovatif dan berdedikasi untuk kelestarian lingkungan hidup dan kehutanan, jelas Agus Justianto.

Agus Justianto menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan penanaman serentak di Jawa Timur. Menutup keseluruhan acara, Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menanam pohon. Sesuai dengan slogan rangkaian ini “Bangun Harmoni dengan Alam, Mulailah Menanam”.

________________

Website:
www.menlhk.go.id
www.ppid.menlhk.go.id

Bagikan Berita / Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *