Gedung Manggala Wanabakti Blok VII lantai X, Jl. Gatot Subroto Jakarta
021 – 57903068 ext. 737
bsilhk@menlhk.go.id

BP2TPTH Bogor Petakan Potensi Pengembangan Standar Bidang Perbenihan dan Pembibitan Tanaman Hutan untuk Menunjang Pembangunan Hutan Berkelanjutan

(BP2TPTH, Bogor) Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan (BP2TPTH) Bogor sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Standardiasasi Instrumen LHK (BSILHK) melaksanakan kegiatan Initial Workshop Pembahasan Kuesioner Pemetaan, Persepsi Pemanfaatan dan Potensi Pengembangan Standar Bidang Perbenihan dan Pembibitan Tanaman Hutan pada Kamis (28/10/2021) dengan mengundang  Prof. Dr. Ir. Bramasto Nugroho, M.S. (Guru Besar Fakultas Kehutanan, Universitas IPB).

Dalam sambutannya Kepala BP2TPTH Bogor Bagus Novianto, S.Hut, M.P menjelaskan tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mengindentifikasi stakeholder pengguna standar perbenihan, kehutanan dan lingkungan hidup. “Kuesioner ini juga bertujuan untuk menilai peran, posisi, kepentingan dan pengaruhnya dalam rangka untuk pemetaan dan identifikasi pemanfaatan standar perbenihan, kehutanan dan lingkungan hidup untuk mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan” jelas Bagus.

Sementara itu, Prof. Bramasto mengatakan untuk mengetahui efektivitas penerapan standar diperlukan evaluasi (standardisasi). “Standardisasi meliputi proses merencanakan, merumuskan, menetapkan, menerapkan, memberlakukan, memelihara dan mengawasi yang seluruhnya dilaksanakan secara tertib dan bekerja sama dengan semua Pemangku Kepentingan sehingga memperoleh hasil dan dampak yang positif,” kata Bramasto.

Prof. Bramasto menambahkan bahwa faktor yang mempengaruhi efektivitas implementasi standar dipengaruhi oleh sumberdaya (kapasitas SDM, informasi, wewenang, sarpras, anggaran), komunikasi (saluran informasi, kejelasanm konsistensi), disposisi (kecakapan, dedikasi, insentif, dis-insentif) dan struktur birokasi (struktur organisasi, SOP dan pembagian tugas). Tipe standar dibagi kedalam 4 kategori (context setter, crowd, subject dan key players), dan dalam melakukan pengumpulan data tentu fokus pada kategori key players.

Selain itu Prof. Bramasto juga menyarankan untuk contoh kuesioner hendaknya fokus pada beberapa SNI saja. “Kuesioner termasuk open minded dengan model interview pertanyaan kunci untuk indepth interview (bukan kuesioner), yang kami maksud kuesioner adalah responden tinggal menjawab ya dan tidak” saran Bramasto.

Kegiatan ini dihadiri oleh pejabat struktural, peneliti, teknisi, karyawan/i BP2TPTH Bogor dengan Ir. Danu (Peneliti BP2TPTH Bogor) bertindak sebagai moderator. Diakhir kegiatan, Ir. Danu menyampaikan beberapa rumusan diantaranya dalam jangka panjang tahapan menyusun Kuesioner yang perlu dilakukan meliputi memetakan pelaku, sosialisasi SNI dan pengawasan.

 

 

Bagikan Berita / Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published.