Gedung Manggala Wanabakti Blok VII lantai X, Jl. Gatot Subroto Jakarta
021 – 57903068 ext. 737
bsilhk@menlhk.go.id

Serah Terima Pekerjaan Pejabat Administrator, BBPSIK Siap menyukseskan Agenda Besar BSILHK

(BBPSIK Yogya) Para Pejabat Administrator lingkup Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Kehutanan (BBPSIK) Yogyakarta, melaksanakan serah terima pekerjaan dipimpin oleh Sekretaris BSILHK, Dr. Nur Sumedi, Senin (10/1/22) secara luring dan daring. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan telah dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Dr. Ir. Bambang Hendroyono, MM pada 31 Desember 2021 lalu.

Sekretaris BSILHK, Dr. Nur Sumedi yang hadir secara daring, berpesan dalam kurun waktu sekitar dua tahun ke depan yaitu 2022-2023, untuk berkonsentrasi paling tidak pada tiga hal. Pertama, Undang-Undang Cipta Kerja (UUCK), undang-undang ini menjadi salah satu alasan mengapa BSI dilahirkan. Dalam UUCK itu ada banyak hal yang harus ditindaklanjuti, baik itu terkait perijinan maupun non perijinan. “Maka dari itu kita harus menyiapkan standardisasi dengan cepat,” tegasnya.

Menurutnya, salah satu muatan UUCK yang harus segera ditindak lanjuti adalah tentang perbenihan dan persemaian. BBPSIK Yogyakarta dengan modalitas yang dimiliki terkait perbenihan dan persemaian, harus fokus dalam setiap kerja yang dilakukan agar tidak jatuh kepada standar-standar yang nilai efektifitas atau implementatifnya kurang.

Hal kedua yang harus menjadi konsentrasi adalah arahan Menteri LHK kepada semua eselon I di KLHK. Saat ini KLHK telah menyusun Rencana Operasional Indonesia Rendah Karbon/Carbon Net Sink di sektor Forestry and Other Land Use (FoLU) 2030.

Untuk itu Nur Sumedi menegaskan bahwa kita juga mulai berkonsentrasi pada hal tersebut. Beberapa hal yang ada dalam rencana itu, antara lain terkait rehabilitasi DAS, rehabilitasi pasca tambang, kemudian ada karbon, perubahan iklim. “Kesemuanya itu termasuk juga yang tahun 2022 harus sudah ada hasilnya, kalau tidak ada hasilnya maka BSILHK belum berperan seperti yang diharapkan,” ujar Nur Sumedi.

Ketiga, yaitu akan terbitnya undang-undang tentang Ibukota Negara Baru. Hal ini juga menjadi fokus BSILHK untuk menyediakan standar-standar, misalnya standar pembukaan hutan, standar koridorisasi satwa, standar terkait biodiversitas, dll. Berbagai standar ini sangat diperlukan dalam pembangunan Ibukota Negara baru dan harus segera dibuat, karena hal ini termasuk kebutuhan mendesak.

Lebih lanjut, Serah Terima Pekerjaan Kepala Bagian Umum pada BBPPBPTH Yogyakarta yang sebelumnya dijabat oleh Suwarno, S.E.,M.Si., beralih kepada Henry Supriyanto, S.Hut.T., sebagai Kepala Bagian Umum pada BBPSIK Yogyakarta. Sedangkan Retisa Mutiaradevi, S.Kom., M.CA., yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Data Informasi dan Kerjasama pada BBPPBPTH, selanjutnya menjabat sebagai Kepala Bidang Pengujian dan Validasi Standar Instrumen pada BBPSIK Yogyakarta.

Setelah acara Serah Terima Pekerjaan kemudian dilanjutkan dengan Pisah Sambut Kepala Bagian Umum, Suwarno, S.E.,M.Si. Suwarno akan menduduki jabatan barunya sebagai Kepala Bagian Umum pada BBPSI Lingkungan Hidup Samarinda. Kepala Bagian Umum yang baru, Henri Supriyanto, S.Hut.T sebelumnya menduduki jabatan sebagai Kepala Sub Bagian TU di Balitek DAS Solo.

Di akhir sambutanya Nur Sumedi juga berpesan agar di masa transisi ini, semua elemen yang ada di BBPSIK Yogyakarta menjaga betul kondusifitas kantor. “Kita harus tetap guyub, karena itulah cara kita untuk menjaga kenyamanan kita bekerja,” pintanya.

Pada akhir sambutannya, Nur Sumedi mengucapkan selamat bekerja kepada semua pejabat yang menduduki jabatan barunya, dan tetap introspeksi dengan capaian-capaian sebelumnya untuk hasil yang lebih baik ke depannya. (***MNA)

Penulis : M. Nurdin Asfandi

Editor : Muhammad Farid, M. Sahri Chair

 

Bagikan Berita / Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published.