BBKSDA NTT Serahkan Bantuan Ekonomi Produktif Untuk Kelompok Masyarakat Sekitar Kawasan Konservasi

Untuk meningkatkan kapasitas kelompok binaan yang berada di Pulau Flores, Balai Besar KSDA NTT  bersama Balai TN Komodo dan Balai TN Kelimutu menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengembangan Usaha Ekonomi Produktif di Sekitar Kawasan Konservasi di Kupang (23/9). 

Dalam acara yang digelar bersama Anggota Komisi IV DPR RI ini juga diserahkan bantuan ekonomi produktif senilai Rp. 250.000.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) kepada 5 (lima) kelompok binaan Balai Besar KSDA NTT yang berasal dari DIPA Balai Besar KSDA NTT Tahun Anggaran 2023.

Kelompok masyarakat yang penerima bantuan adalah kelompok tani hutan, kelompok pariwisata, dan kelompok usaha dari desa penyangga di Kabupaten Manggarai Timur, Ngada, Ende dan Sikka. 

Direktur Jenderal KSDAE yang diwakili Staf Ahli Menteri LHK Bidang Pangan, Indra Explotasia, dalam arahannya menyampaikan bahwa emberdayaan masyarakat melalui Bantuan Ekonomi Produktif oleh Ditjen KSDAE, melalui UPT-nya di daerah bertujuan untuk memberikan stimulus bagi kelompok masyarakat agar dapat mengembangkan diri melalui usaha ekonomi, yang pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan perhatiannya pada pelestaian sumberdaya alam hayati flora dan fauna. Salah satunya dengan cara berperan aktif dalam menjaga keletariannya.

“Melalui stimulus ekonomi produktif ini juga kami harapkan dapat mendorong kemampuan masyarakat dalam meningkatkan diri dalam pengembangan ekonomi kreatif dari hulu hingga hilir,” ungkap Indra. 

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat, dalam bimbingan teknis ini menyampaikan bahwa kemampuan masyarakat untuk meningkatkan diri dalam industri hulu hingga hilir merupakan tantangan bersama. Menurutnya, Pemerintah perlu mempersiapkan fasilitator yang baik untuk meningkatkan kemampuan kemampuan masyarakat. 

“Misalnya bagaimana secara kultural dan motif tenun NTT yang terkenal itu kita bisa tingkatkan dalam aspek kelembutan bahan, tingkat kekakuan tenun dapat diminimalkan, sehingga tenun tidak lagi keras, tetapi lembut, dapat digunakan dalam setiap musim, dengan tetap mempertahankan desain kultural tradisional tanpa mesin,” ucap Julie. 

Dalam kesempatan tersebut, Arief Mahmud Kepala Balai Besar KSDA NTT, menyampaikan bahwa pada tahun Anggaran 2023 Direktorat Jenderal KSDAE melalui unit pelaksana teknis (BBKSDA NTT, Balai TN Komodo, Balai TN Kelimutu dan Balai TN Matalawa) mengalokasikan Anggaran sebesar Rp.1,06 milyar untuk dialokasikan bagi kelompok masyarakat yang berada di 12 Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur yaitu: Manggarai Barat Manggarai Timur. Ende, Ngada, Sikka, Alor, Sumba Barat, Sumba Tengah, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Kupang.

Arief menjelaskan bantuan yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bukan bantuan sosial yang bersifat satu kali kucuran hibah (oneshoot), namun merupakan bantuan ekonomi produktif untuk menjadi stimulus bagi peningkatan perekonomian masyarkat, serta mampu mendorong peningkatan usaha, mampu mengembangkan usaha ekonomi lemah menjadi usaha ekonomi menengah hingga menuju kemandirian. 

“Pemberian bantuan ekonomi produktif pada wilayah kerja UPT KSDAE di Nusa Tenggara Timur membuktikan bahwa bahwa konservasi dilaksanakan dengan semangat pro poor dan pro growth, bukan melulu tentang pelarangan atau pembatasan pemanfaatan sumber daya alam,” jelas Arief. 

Bimbingan teknis ini dilaksanakan pada dua lokasi yaitu di Labuan Bajo (Kabupaten Manggarai Barat) dan Ende (Kabupaten Ende). Selain kelima kelompok binaan Balai Besar KSDA NTT, peserta bimbingan teknis adalah kelompok binaan Balai TN Komodo dan Balai TN Kelimutu. Dan pada masing-masing lokasi juga dilakukan penyerahan bantuan ekonomi produktif yang disaksikan oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat, Staf Ahli Menteri LHK Bidang Pangan, Direktur PJLKK, Kepala Balai TN Komodo, Kepala Balai TN Kelimutu, Kepala Balai TN. MATALAWA, Pemda Manggarai Barat, Pemda Ngada, Pemda Sikka, Pemda Ende, Pimpinqn PT Flobamor, Tokoh adat Tokoh Masyarakat dan perwakilan kelompok masyarakat.

_____

Website:
www.ppid.menlhk.go.id

Bagikan Berita / Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *