BSILHK punya tugas besar, tegas Budhy Wakil Ketua Komisi IV DPR RI

Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja di Provinsi Sumetera Selatan. Wakil Ketua Komisi IV beserta anggota memberikan perhatian pada upaya-upaya BSILHK dalam melakukan penerapan standar, dimana tahun 2023 dicatat 1.274 entitas usaha. Menanggapi target 2025 yang besar – 10.000 entitas penerap standar/pelaku usaha, dengan anggaran tidak besar, komisi IV menanyakan bagaimana caranya BSILHK? Budhy menyampaikan apresiasi atas upaya-upaya BSILHK untuk menjangkau tugas-tugasnya yang sangat luas.  Dalam kesempatan ini, dibahas pula tentang usaha-usaha perdagangan karbon dan pemenuhan target Carbon Net Sink 2030 dan Net Zero Emission 2060, Bagaimana KLHK melangkah.

[Palembang, 2024] Komisi IV DPR RI di BSILHK Palembang membahas Peran BSILHK dalam Pengendalian Perubahan Iklim FOLU Net Sink 2030 dan Target Net Zero Emission Pada Tahun 2060. Pertemuan tersebut merupakan salah satu dari rangkaian kunjungan kerja Komisi IV ke Provinsi Sumatera Selatan, antara lain ke PT. Pupuk Sriwidjaja dan Unit Pengolahan Ikan.

Menyampaikan sambutannya Budhy Setiawan  – Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI, yang juga Wakil Ketua Komisi IV ini,  mengingatkan bahwa dampak perubahan iklim sudah semakin terasa. Budhy mencontohkan DKI Jakarta tertutup awan, saat ini dilanda cuaca ekstrem, intensitas hujan lebat terus meningkat. Bagaimana pelaksanaan FoLU Net Sink di lapangan. Ini perlu komitmen kuat pengendalian perubahan iklim, termasuk standar-standar yang dibangun BSILHK.

Mengawali diskusi, Kepala BSILHK – Ary Sudijanto memaparkan tugas dan peran BSILHK. Organisasi ini lahir sebagai jawaban upaya akselesari usaha/investasi, dengan tetap melakukan perlindungan lingkungan. Ia menegaskan bahwa saat ini ada 1,4 juta usaha risiko rendah dan menengah rendah perlu pembinaan. Jika konteks penegakan hukum lebih kepada pengawasan kepatuhan, maka konteks BSIL lebih kepada pendampingan kesesuaian standar.

Menanggapi pertanyaan tentang bagaimana menghitung karbon, Ary menjelaskan bahwa standar ada taksonomi dari level makro hingga detail. Dengan adanya standar maka akan tertelusur. Standar disiapkan untuk menyediakan instrumen-instrumen wajib. Dapat saja standar mengadopsi dari standar internasional, namun perlu dilakukan modifikasi-modifikasi untuk menyesuaikan situasi lokal. Ia mencontohkan, jika di Eropa menyetel pendingin dengan suhu lebih dari 19oC, di Indonesia justru menyetel kurang dari 19oC. Tentunya ini akan berbeda standar, tegasnya. Kembali juga dicontohkan tentang standar pengelolaan sampah, jika di Eropa tidak ada pemulung, di Indonesia ada pemulung.

Komisi IV hadir antara lain Budhy Setiawan selaku ketum tim dan 8 anggota tim yaitu Ihsan Yunus, Novri Ompusunggu, Firman Soebagyo, Hanan A. Rozak, Dwita Ria Gunadi, Endang Setyawati Thohari, Hermanto, dan Ema Umiyyatul Chusnah.

Laksmi Dhewanthi, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim memberikan sorotan pada dalam kerangka kerja FoLU Net Sink, ada 15 ruang lingkup. Tentang pengurangan laju deforestasi dan degradasi lahan (mineral, gambut, mangrove), pembangunan HTI, pengelolaan hutan lestari, rehabilitasi dengan rotasi, restorasi gambut dan perbaikan tata airnya, rehabilitasi mangrove dan aforestasi pada kawasan bekas tambang, Kehati, perhutanan sosial, hutan adat, replikasi ekosistem-RTH-ekoriparian, dan law enforcement.

Isu yang diangkat oleh anggota antara lain tentang kemampuan standar dalam penyelesaian persoalan LHK, perdagangan karbon, produktifitas lahan, pencemaran, tambang terbuka/tertutup, kebakaran hutan, pengendalian usaha ilegal, dan legitimasi internasional terhadap standar yang BSILHK susun.

Laksmi Dhewanthi, menanggapi pertanyaan anggota Komisi IV terkait dengan perdagangan karbon (carbon trading) ke luar negeri oleh perusahaan-perusahaan, menjelaskan bahwa perusahaan harus menyusun DRAM, untuk selanjutnya dilakukan validasi DRAM. Aksi mitigasi dilakukan dan capaiannya dilaporkan ke SRN, selanjutnya dilakukan verifikasi. Sertifikasi pengurangan emisi-SPE, yang diterbitkan oleh Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim. Ditjen PPI, untuk urusan perubahan iklim merupakan national focal point. KLHK punya data baseline.

Laksmi Dhewanthi yang panggilan akrabnya Amy ini lebih lanjut menambahkan, bahwa kegiatan perubahan iklim tidak hanya mitigasi. namun juga adaptasi. Besar harapan Amy agar BSILHK dapat membantu menyiapkan standar-standar ini. Ia menambahkan jika mitigasi mengukur capaian-capaian kegiatan, maka adaptasi perubahan iklim lebih kepada aspek sosial – persoalan nyaman – tidak nyaman menghadapi perubahan iklim. Ini tidak mudah.

Komisi IV juga menanggapi target 2025 yang besar – 10.000 entitas penerap standar/pelaku usaha, dengan anggaran tidak besar, komisi IV menanyakan bagaimana caranya BSILHK. Menjawab tersebut, Ary menerangkan, tidak seluruhnya dikerjakan sendiri. BSILHK akan bekerja sama dengan Dinas-Dinas Lingkungan Hidup.

Budhy dalam sambutan penutupnya, memberikan apresiasi terhadap keinginan dan rencana besar BSILHK. Ia menegaskan bahwa BSILHK punya tugas besar. Ini sejalan dengan pernyataan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada momen peresmian Camp Peat Tumbang Nusa, menegaskan “…betapa sangat pentingnya peran Badan standardisasi dan instrumen ini bagi KLHK dan bagi Indonesia…”.

Kunjungan kerja di Sumatera Selatan ini memberi perhatian juga tentang kemajuan pelaksanaan FoLU Net Sink Sumsel. Dua tahun lalu juga direkam provinsi Sumatera selatan mengalami kebakaran hutan tinggi. Rencana operasi kerja FoLU Provinsi ini mentargetkan aksi mitigasi seluas 2,4 juta ha. Provinsi dengan penduduk provinsi ini berjumlah 8.889.913 jiwa, dimana secara geografis, Sumatera Selatan berbatasan dengan provinsi Jambi di utara, provinsi Kepulauan Bangka-Belitung di timur, provinsi Lampung di selatan dan Provinsi Bengkulu di barat ini merupakan Provinsi ini kaya akan sumber daya alam, seperti minyak bumi, gas alam dan batu bara. Selain itu, ibu kota provinsi Sumatera Selatan, Palembang, telah terkenal sejak dahulu karena menjadi pusat Kedatuan Sriwijaya. Kota ini juga dikenal sebagai kota tertua di Indonesia.

BSILHK akan terus berusaha, BSILHK akan terus bekerja.

Penulis artikel: Yayuk Siswiyanti

Bagikan Berita / Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *