Gedung Manggala Wanabakti Blok VII lantai X, Jl. Gatot Subroto Jakarta
021 – 57903068 ext. 737
bsilhk@menlhk.go.id

Aksi Nyata Generasi Restorasi untuk Mangrove Kini dan Massa Depan

(BSILHK) Mangrove merupakan salah satu ekosistem terpenting di dunia yang terletak di kawasan pesisir. Keberadaannya memiliki peran multifungsi baik secara fisik, ekologi, sosial dan ekonomi. Namun di sisi lain, kawasan pesisir sangat rentan menerima dampak negatif ketika keberadaan mangorve rusak atau hilang. Oleh karena itu, menjaga kelestarian mangrove, memerlukan aksi edukasi di samping kegiatan rehabilitasi dan restorasi.

Sebagai upaya berkontribusi meningkatkan pemahaman serta peran para ibu dan generasi muda tentang pentingnya konservasi hutan mangrove bagi kehidupan pesisir, Badan Standardisasi dan Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BSILHK) bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) BSILHK menyelenggarakan kegiatan Penanaman Mangrove.

“Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan aksi nyata penanaman mangrove oleh BSILHK, pengurus dan anggota DWP BSILHK bersama masyarakat, para ibu, serta generasi muda “, demikian disampaiakan Plt. Kepala BSILHK, Dr.Ir. Agus Justianto, M.Sc ketika memberikan Sambutan.

Agus juga menambahkan bahwa Hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem terpenting di dunia yang terletak di kawasan pesisir. Keberadaannya memiliki peran multifungsi baik secara fisik, ekologi, sosial dan ekonomi. menjaga kelestarian mangrove adalah sebuah keharusan, untuk keberlanjutan fungsi dan manfaatnya bagi manusia dan lingkungan.

Lebih lanjut menurut Agus Rehabilitasi mangrove merupakan salah satu target penting dan strategis KLHK pada periode 2020-2024. Seluas 17 ribu hektar hutan mangrove telah direhabilitasi pada 2020 lalu. Selanjutnya pada 2021-2024, penanaman mangrove ini masuk dalam program nasional dengan target luas 150 ribu hektar per tahun. “Program ini merupakan yang terbesar di dunia dan apa yang kita lakukan hari ini, adalah bagian dari upaya besar Kementerian LHK dan juga negara untuk menyelamatkan mangrove Indonesia,” Lanjut Agus. Sebagai kontribusi untuk konservasi mangrove, BSILHK sendiri menargetkan menanam 3000 bibit Mangrove secara bertahap di beberapa lokasi pada tahun ini.

Sementara itu, Ketua DWP BSILHK, Ir. Husnelly, M.Si. mengatakan bahwa kita semua adalah  generasi restorasi, penanaman mangrove diharapkan membawa dampak positif bagi generasi muda untuk lebih cinta dengan lingkungan. “Momentum ini marilah kita jadikan untuk melakukan perbaikan terhadap bumi kita dan kita menjadi bagian dari pemulihan bumi”, Kata Husnelly.

Selain dilakukan penanaman lebih dari 1500 bibit mangrove di empat tempat, juga dilakukan kegiatan lain diantaranya edukasi tentang mangrove. Edukasi merupakan sarana yang strategis untuk meningkatkan pemahaman pada berbagai elemen masyarakat tentang pentingnya ekosistem hutan mangrove.

Kegiatan Bertajuk “Ibu dan genarasi muda, ujung tombak konservasi mangrove kini dan ke depan” dilaksanakan secara faktual dan virtual pada 6 Oktober 2021 ini berlangsung serempak di beberapa lokasi dengan melibatkan UPT BSILHK yaitu di Teluk Naga Tangerang yang diKoordinir oleh DWP BSILHK Pusat, TWA Pulau Bakut, Barito yang dikoordinir oleh DWP BP2LHK Banjarbaru, Mangrove Park  Lantebung Kel. Bira, Kec. Tamalanrea, Makassar yang dikoordinir oleh DWP BP2LHK Makassar dan di Desa Tiwoho, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara yang dikoodinir BP2LHK Manado.

Andil dari beberapa pihak juga turut menyukseskan kegiatan penanaman mangrove ini diiantaranya BPDASHL Citarum-Ciliwung yang mendukung bibit serta pembuatan lubang tanam, PT. Perhutani yang menyediakan lokasi penanaman mangrove di Teluk Naga, PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang memberikan personal use berupa kaos, payung dan masker serta anggota LMDH yang berpartisipasi menyiapkan lokasi penanaman.

Mangrove di Teluk Naga sendiri merupakan kawasan hutan petak 18 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tangerang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Serang yang masuk wilayah Desa Tanjung Pasir Kecamatan Teluk Naga, Tangerang. Lokasi ini merupakan lokasi kerjasama Perum Perhutani dan Pemda Tangerang seluas ± 168 Ha, dimulai dengan program “Tangerang Mangrove Center” pada 2017 yang difungsikan sebagai lokasi wisata edukasi, perlindungan lingkungan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.

Administratur KPH Banten Dede Mulyana pada kesempatan yang sama mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi semua pihak yang peduli terhadap kelestarian hutan mangrove dengan kegiatan penanaman di kawasan hutan payau Perhutani. Ia juga menghimbau masyarakat dan menginstruksikan segenap jajaran BKPH Serang untuk menjaga dan memelihara mangrove hingga daur ekologisnya.

Diakhir sambutan, Plt Kepala BSILHK mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan kerja sama semua pihak atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap ini menjadi momentum dan juga inspirasi para ibu dan generasi muda lainnya untuk terus berkontribusi pada kelestarian mangrove dan alam Indonesia. (MFF/YS)

 

 

Bagikan Berita / Artikel

One Response

  1. […] Restorasi mangrove itu apaan, sih? Restorasi mangrove adalah usaha-usaha penanaman kembali hutan mangrove untuk mengoptimalkan fungsi dari hutan mangrove itu sendiri. Nah, salah satu kunci keberhasilan restorasi mangrove ini adalah dengan mengajak masyarakat untuk turut serta dalam pelaksanaannya. Contohnya adalah seperti yang sudah dilakukan oleh BSILHK bersama pengurus, anggota, dan masyarakat sekitar.  […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *